KonawePendidikanSultraNews

Lomba Sekolah Sehat, TK Negeri Wawotobi Wakili Sultra

SultraNews.id – Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Wawotobi, dibawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditunjuk tim penilai untuk mewakili Sultra, dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional.

Setelah sebelumnya telah dilaksanakan LSS tingkaat Kabupaten, hingga tingkat Provinsi, TK Negeri Pembina Wawotobi mampu mengalahkan sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten lain di Sultra. Dengan kerja keras dan kekompakan dari semua stekholder terkait, sehingga TK Negeri Pembina Wawotobi mampu berkancah ketingkat Nasional.

Terbukti dengan datangnya tim penilai dari Kementrian Pendidikan, Kesehatan, dan Kementrian Agama, pada Selasa (16/7/2019) di TK Negeri Pembina Wawotobi. Dalam kegiatan itu, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, yang diwakili oleh Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, ST., M.Si menerima kedatangan tim tersebut.

Dalam sambutanya, Gusli Topan Sabara mengatakan, dengan prestasi yang diraih oleh TK Negeri Pembina Wawotobi ini, bukan hanya sekedar dijadikan sebagai konsumsi lomba saja, tetapi harus dijadikan sebagai pilot project, dari pada sistem pengelolaan sekolah-sekolah di Konawe tingkat TK, SD, dan SMP.

“Mudah-mudahan ini bukan hanya sekedar dijadikan konsumsis lomba saja, tetapi kalau bisa dijadikan pilot project terhadap pengelolaan sekolah-sekolah yang di Konawe, khususnya pada tingkat TK, SD, dan SMP. Dan kalau perlu dengan SMA juga, supaya Provinsi bisa belajar juga di Konawe,” ucap Gusli, dihadapan tim penilai, Selasa (16/7/2019).

Untuk itu, lanjut dia, ini merupakan kebanggaan Konawe, dan khususnya Sultra, dengan apa yang telah kita dapatkan hari ini. Sehingga dengan raihan itu, kata Mantan Ketua DPRD Konawe, jangan terlalu cepat berpuas diri. Apalagi TK Negeri Pembina Wawotobi ini memang sudah terakreditasi A, sehingga tetap dipertahankan.

“Sekolah ini sudah trakreditasi A. Dan ini akan menjadi standar dari seluruh sekolah di Konawe. Mulai dari TK, SD, dan SMP seluruh sekolah harus terakreditasi A. Sehingga kedepannya kita harapkan agar sekolah ini mampu meraih juara 1 yang terbaik ditingkat Nasional. Sebab Konawe ini adalah Episentrumnya daripada Sulawesi tenggara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Suriyadi, S.Pd., M.Pd melalui Kepala Bidang (Kabid) Paud Rahwayani Ultri, S.Pd., M.Pd menceritakan awal dirinya masuk ke Dinas Pendidikan Konawe itu bahwa LSS sudah sementara dimulai. Segala bentuk ide dan gagasan tertuang dalam kegiatan tersebut. Sehingga ide mengenai pemanfaatan daur ulang sampah itu, terlaksana dengan baik. Dengan cara menata dan mewarnai, sehingga terlihat indah.

Sebab salah satu indikator penilaian pemanpaatan akan sampah itu masuk. Olehnya itu, dengan masuknya ide-ide dari sekolah lain, maka Alhamdulillah terjawab sudah dengan apa yang telah kami lakukan.

Kabid Paud, Rahwayani Ultri, S.Pd., M.Pd

“Penilaian LSS ini kan menyeluruh. Ada dari kesehatan, lingkungan, kebersihan, keagamaan, dan masih banyak lagi indikator penilaian,” jelas Rahwayani.

Pembiasaan hidup sehat, kata dia, bagi anak-anak usia dini, khususnya pada TK itu sendiri sangat penting sekali. Sebab didalam adminitrasi mengenai pertumbuhan anak, bagaimana kesehatan anak, sehingga lebih fokus ke Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sehingga lebih fokus ke UKS, yang mana didalamnya lebih cenderung terhadap penanganan lingkungan dan daur ulang sampah.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Wawotobi Rianti, S.Pd., M.Pd menggungkapkan bahwa tentunya sebagai pembina di sekolah itu, dirinya sangat berbangga karena dari sekian banyaknya sekolah di Sultra kita mampu mengalahkan mereka. Berarti TK Negeri Pembina Wawotobi ini merupakan yang terbaik dari mereka-mereka. Terkhusus untuk Pemerintah Konawe kami sangat berterimakasih atas suport dan dukungannya, sehingga kita mampu berlomba hingga ketingkat Nasional.

Penilaian LLS Tingkat Nasional

“Dari sekian banyaknya sekolah di Konawe yang mengikuti LSS dari berbagai jenjang, hanya TK yang mampu tampil ditingkat Nasional. Untuk itu saya berharap kedepannya lomba ini, tidak hanya dijadikan lomba saja, tetapi dijadikan motivasi untuk lebih maju lagi,” harapnya.

Liputan : Redaksi

BACA JUGA :

Topik
Tampilkan Lagi
Back to top button
error: Konten diproteksi !
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker