Cerita Pilu Wanita di Butur Melawan Penyakit Mematikan Di Gubuk Kecil

Sultra.News – Ernis (40), seorang wanita yang berasal dari Jalan Bypass, Kelurahan Lipu, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini hanya bisa pasrah menahan rasa sakit yang dideritanya sejak tujuh tahun lalu.

Ditngah kondisi penyakitnya yang makin parah, Ernis sehari-hari hanya mengurung diri di sebuah gubuk kecil yang dibuat oleh keluarganya di sekitar pantai.

Nasib wanita 40 tahun ini semakin memprihatinkan, kanker yang bersarang di perutnya itu terus membesar, hingga membuatnya lumpuh tidak bisa berjalan.

Kondisinya juga semakin terpuruk, setelah orang tua dan saudara-saudaranya meninggalkan Ernis disaat harus melawan penyakit mematikan yang dideritanya itu.

Namun beruntung, masih ada tetangga Ernis yang berbaik hati dan yang memberi makan dan merawatnya sehari-hari.

“Belum pernah dibawa ke rumah sakit pak, dulu pernah ada yang mau bawa tapi orang tuanya tidak mau dengan alasan tidak punya biaya. Jadi penyakiynya dibiarkan saja begini sampai membesar,” tutur Lilis, salah satu warga yang sesekali ikut merawat Ernis, Rabu (11/12/2019).

Akibat penyakitnya yang semakin parah, Ernis kini tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Sesekali Ernis hanya mampu menyebut beberapa kata saja dengan nada meringis kesakitan,  ketika ada orang yang menemuinya.

Setiap hari, Ernis seorang diri di sebuah gubuk kecilnya itu,  harus mengeluarkan air mata ketika menahan rasa sakit yang timbul dari perutnya kembali kambuh.

Untuk makan sehari-hari, Ernis hanya bergantung pada bantuan warga sekitar yang masih peduli dengannya. Dari tatapan matanya, perempuan ini bak layaknya orang yang telah putus asa.

Belum lagi, selama dia sakit Pemerintah setempat tidak ada yang memberikan perhatian khusus dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

“Tadi waktu ada orang yang foto-foto dia dan di posting di facebook, baru ada yang datang katanya dari Dinas Sosial. Tapi belum ada juga ini kabarnya selanjutnya seperti apa,” kata Lilis kepada reporter Sultra News.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun Sultra News, Ernis dikabarkan berasal dari keluarga pejabat pemerintah daerah di Butur.

Namun entah, meski kendati demikian Ernis justru tidak mendapat perhatian justru diasingkan dan tinggalkan olej keluarga besarnya.

“Pamannya itu dulu Sekda di Butur, tapi audah meninggal. Ibu itu dari keluarga orang berada sebenarnya, namun kabarnya karena ada rumor yang tidak sedap, sehingga ibu ini kasian tidak diurus,” ungkap salah seorang watga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Laporan. Egis
Editor. Wayan Sukanta

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.